Italia cuma meloloskan satu tim ke babak 16 besar Liga Champions. Cesare Prandelli pun ikut prihatin dengan kegagalan Juventus dan Napoli.

Juve disingkirkan oleh Galatasaray di matchday terakhir. Dalam pertandingan di Turk Telekom Arena yang sempat tertunda satu hari karena salju itu, Bianconeri kalah 0-1 dan terlempar ke Liga Europa.



Nasib yang sama juga dialami oleh Napoli. Meski menang atas Arsenal di pertandingan terakhir, tim arahan Rafael Benitez itu tetap gagal lolos karena kalah dalam selisih gol meski punya jumlah poin yang sama dengan Arsenal dan Borussia Dortmund.

Sementara itu, AC Milan menjadi satu-satunya wakil Italia yang melangkah ke babak 16 besar. Rossoneri lolos sebagai runner-up Grup H usai bermain imbang 0-0 dengan Ajax Amsterdam.

Fakta itu tak luput dari perhatian Prandelli. Allenatore timnas Italia itu pun turut sedih dengan nasib yang menimpa tim-tim Serie A di Liga Champions musim ini.

"Saya sedih soal Liga Champions. Ketiga tim itu bisa saja lolos, tapi hanya Milan yang melakukannya lewat pertandingan yang tidak mudah," ujar Prandelli kepada Tuttosport.

"Napoli tidak beruntung dan tersingkir dengan cara seperti itu sensasional. Sementara, Juventus dirugikan di Istanbul."

"Pertandingannnya seharusnya tidak diteruskan dan itu bisa saja ditunda, ada waktu untuk itu," lanjutnya.

Melihat situasi itu, Prandelli pun menilai sepakbola Italia harus segera berbenah.

"Sepakbola Italia harus berkembang sebagai sebuah pergerakan, harus mengubah sikap dan budayanya. Kami harus berkembang tanpa mengambil jalan pintas," kata Prandelli menambahkan.
(nds/nds)