Pada dasarnya, sebetulnya pria itu dangkal. Untuk membuat mereka senang, mereka butuh diakui, dipandang, dibelai egonya secara teratur. Kabar baiknya, karena mereka dangkal, jadi mudah sekali untuk membelai ego mereka dan membuat mereka merasa yang paling pintar.

Salah satu triknya adalah dengan sering bertanya atau minta pendapatnya tentang sesuatu yang sangat dia kuasai.

Topiknya tidak penting, bisa apa aja. Justru saya anjurkan bicarakan saja topik-topik yang tidak terlalu penting. Toh ini hanya sesi diskusi ringan yang tujuannya adalah untuk membuatnya merasa didengar, tidak perlu diskusi berat njlimet blibet yang berujung pada kerutan kaku di antara alis. Jadi tidak perlu tanyakan kondisi politik, kenaikan harga BBM, konflik timur tengah ataupun penemuan partikel atom baru.

Mulai saja dari hal ringan seperti apakah ia lebih memilih makanan manis atau asin, sampai antivirus apa yang ia sarankan untuk laptopmu. Kalau si dia menyukai science, silahkan bertanya hal-hal trivial seperti “mengapa langit warnanya biru”. Kalau dia senang mempelajari sistem sosial, silahkan tanya apakah menurutnya “kaya terlalu cepat” berefek negatif atau positif.

Jangan berhenti hanya sampai bertanya. Ketika ia mulai berteori dan menjawab, tugasmu adalah untuk mengangguk-angguk, menjawab “ooo” pada saat yang tepat, mencari celah lagi untuk meneruskan pertanyaan, teruskan obrolannya hingga ia merasa kamu tertarik, hingga ia bersemangat menjelaskan dan tidak ingin berhenti bicara. Persis ketika kamu sedang bercerita padanya tentang temanmu yang sebenarnya menyelingkuhi pacarnya dengan mantannya yang sedang berpacaran dengan teman lainnya bla bla bla, walaupun dia tidak bertanya!

Selama ia berbicara, kamu perlu sesekali setuju dan sesekali menyanggah. Bahkan, berdebatlah dan mengaku salahlah sambil nyengir malu-malu. Akhiri dengan pujian, pastikan ia tau kamu senang berdiskusi dengannya–entah setidak-penting apapun topik diskusinya. Pastikan ia tau kamu menghargai pendapatnya dengan kecupan manis dan pujian singkat ala, “Semua ini kamu tahu dari mana sih? Banyak membaca ya? Hebat.”

Ngerti nggak ngerti urusan belakangan, kok, makanya saya anjurkan topik-topik yang tidak terlalu penting. Karena sama seperti kita para perempuan butuh didengarkan dan dipuji kecantikannya, maka pria juga butuh didengarkan dan diakui kepintarannya.

Gimana, ngerti nggak, yang? Simple kan.

Silahkan bereksperimen dengan trik yang saya sharingkan ini, ladies. Dengan kadar yang pas (baca: tidak berlebihan), dijamin si dia ketagihan dianggap pintar oleh kamu, dan semakin berusaha untuk tidak mengecewakan kamu.




SUMBER