Walaupun santer diberitakan oleh media baik di Indonesia maupun Italia, pengusaha Indonesia Erick Thohir enggan berkomentar tentang kabar dirinya akan membeli klub Inter Milan.



Ditemui wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Viva Grup di Komplek Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (6/6), Erick menolak memberi pernyataan apapun soal itu tersebut.

"(Soal) Inter (saya) tak mau jawab. Deal atau tidak, saya tak bisa (jawab)," ucapnya pendek.
"Apakah ada kompetitor, Pak?" tanya wartawan lagi.
"Saya tak bisa jawab," jawab Erick.
"Apakah ada deadline tertentu?"
"Kita bisa lihat, proses masih berjalan, dalam satu bulan, akan jadi atau tidak.
"Apakah sudah bertemu Massimo Moratti?"
"Saya tak bisa jawab," tutup pria yang juga menjadi Chief de Mission kontingen Indonesia di Olimpiade 2012 itu.

Rumor yang beredar di Italia, Erick mengincar saham mayoritas dari Moratti, yang telah memimpin Inter sejak 1995. Konon, pria yang juga memiliki klub bola basket Satria Muda dan Indonesia Warriors, serta klub MLS DC United itu siap menggelontorkan 300 juta euro atau (sekitar Rp 3,8 triliun) untuk menguasai mayoritas saham La Beneamata.

Jumlah tersebut belum termasuk suntikan 100 juta euro (sekitar Rp 1,2 triliun) untuk belanja pemain musim panas mendatang.

Akan tetapi, dalam pernyataan terakhirnya Moratti mengatakan bahwa "90% isu tersebut" tidak benar. "Menjual (saham) mayoritas klub? Tidak. Kami sedang mendiskusikan sesuatu yang sangat berbeda. Bukan sesuatu yang menentukan. Itu hanya akan terjadi jika Inter diuntungkan. Jika tidak, kami tidak mau," cetus Moratti melalui situs resmi klubnya.