Kalau ente punya kesempatan ke Seoul, pasti bakal mengagumi kebersihannya. Apalagi ada sebuah sungai yang mengalir indah di pusat Kota Seoul. Kali ini membagi kota menjadi Utara dan Selatan.

Namun tahukah ente kalau selama tiga dekade, sungai itu kumuh dan tidak terlihat alias terkubur di bawah jalan raya yang sibuk? Yup, itu bener banget.

Namun pada 2003, sebagai bagian dari proyek peremajaan kota besar, jalan raya tersebut dihapus dan sungai mengalami pemulihan. Kali atau sungai tersebut berubah menjadi taman kota indah sepanjang 5,8 kilometer. Menghancurkan jalan demi terwujudnya taman kota tentunya proyek yang sangat baik.

Kali atau sungai Cheonggyecheon ini dibentuk pada masa Dinasti Joseon yang gunanya menjadi drainase untuk kota. Hal ini berlangsung selama ratusan tahun hingga 1940-an, ketika kota menjadi padat penduduk.

Akibatnya, kawasan kumuh muncul di sekitar sungai dan mulai mencemarinya. Hal ini semakin diperparah karena aliran kali ditutup beton, dan pada tahun 1976 dibangun jalan layang sepanjang 5,6 kilometer di atasnya.

Dianggap sebagai contoh 'industrialisasi dan modernisasi yang sukses', jalan raya pun tetap berada di sana sampai 2003. Namun pejabat kota merobohkannya ketika merevitalisasi daerah dan membantu Seoul mengubah wajahnya menjadi kota modern yang ramah lingkungan. Proyek Restorasi Cheonggyecheon ini memakan waktu dua tahun dengan biaya sekitar USD281 juta.

Ane memimpikan pejabat di Indonesia atau Jakarta bisa seperti di Seoul. Pilih dah salah satu sungai atau kali buatan untuk disulap. Pastinya Jakarta bakal jadi kota yang layak huni...

:coll::coll::coll: