SIKKA - Enam warga Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas terkena lahar panas letusan Gunung Rokatenda pada Sabtu sekira pukul 04.27 Wita. Sehari sebelum gunung meletus, mereka menolak dievakuasi oleh tim dari pemerintah setempat.

Kepala BNPB NTT, Tini Tadeus, mereka yang bertahan di pemukiman sebelum gunung meletus, bertugas menjaga kampung. Mereka percaya bila kampung dalam keadaan kosong, maka lahar akan menyampu pemukiman.

"Kepercayaan mereka di sana, kalau semua warga keluar dari zona merah maka lahar akan merusak pemukiman. Sehingga ada yang bertahan di sana bersama dua orang cucu mereka, ungkap Tadeus dini hari tadi.

Tadeus menjelaskan para korban tewas ibarat Mbah Marijan yang memilih bertahan di pemukiman meski Gunung Merapi di Sleman tengah mengamuk. "Mereka tidak mau keluar dari Gunung Rokatenda, meskipun sudah diberitahu oleh pihak pemerintah setempat," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan warga yang meninggal dunia diterjang lahar panas Gunung Rokatenda bernama Alosyus Lala (65), Wea Lala (56), Petrus Ware (69), serta dua orang bocah Lenga (5) dan Pio (7), dan seorang warga lain yang belum diketahui identitasnya. Saat kejadian mereka tidur di Pantai Punge, Desa Rokirole.

Sumber

kalo udah kepercayaannya susah sih mau disuruh pergi juga, mirip sama mbah maridjan. dipaksa juga ga bakal mau ngungsi.